Jumat, 13 Maret 2026

NGAJI YUK : PENGANTAR

0

Al quran merupakan wahyu dari Allah SWT yang berisikan tatanan kehidupan mahluknya, yang langsung diturunkan dan dipelihara oleh Allah SWT (QS Al Hajr : 9), diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW agar mudah dipahami dan dihafalkan.

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang berisi firman atau wahyu Allah ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam sebagai mukjizat melalui perantara malaikat Jibril, secara bertahap atau mutawatir selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. dalam dua periode, yaitu :

  • Periode Mekkah, sebelum hijrah, surat-surat yang turun disebut surat/ayat makkiyyah berlangsung selama 12 tahun sebanyak 86 surat
  • Periode Madinah, dimulai sejak peristiwa hijrah hingga sesudah hijrah. Surat-surat yang turun disebut surat/ayat madaniyyah, berlangsung selama 10 tahun sebanyak 28 surat

Pada permulaan turunnya wahyu yang pertama adalah surat Al-Alaq di Gua Hira saat Nabi Muhammad SAW sedang menyendiri bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan sekitar tahun 610 M, dan wahyu terakhir adalah surat Al-Maidah ayat 3 yang di turunkan di Jabal Rahmah pada saat Haji Wa’da bertepatan pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 H.

Secara umum Al-Qur’an terdiri dari : 114 surat, 30 juz, 6236 ayat dan 6.666 ayat tema, serta mempunyai nama atau sebutan lainnya, antara lain :

  • Al-Kitab QS(2:2), QS (44:2)
  • Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)
  • Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)
  • Al-Mau’idhah (pelajaran/nasihat): QS(10:57)
  • Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)
  • Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)
  • Asy-Syifa’ (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)
  • Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)
  • At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)
  • Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77)
  • Ar-Ruh (ruh): QS(42:52)
  • Al-Bayan (penerang): QS(3:138)
  • Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6)
  • Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102)
  • An-Nur (cahaya): QS(4:174)
  • Al-Basha’ir (pedoman): QS(45:20)
  • Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52)
  • Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51)

Al Quran sebagai pedoman hidup, sudah seharusnya kita mempelajari dan menghafalkan serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar selamat dunia akhirat, adapun keutamaan mempempelajari/menghafal Al quran, antara lain :

  • Menjadi orang pilihan Allah
  • Hati tidak akan pernah merasa hampa
  • Hatinya terbebas dari siksa
  • Dosa yang berkarat akan diampuni
  • Menjadi kebanggaan mahluk
  • Mengenakan mahkota kehormatan di akhirat
  • Kebahagiaan bagi kedua orang tua di akhirat
  • Mendapat syafaat dari Al quran
  • Mendapatkan tempat yang tinggi di surga

Mempelajari/menghafal Al quran dijamin akan dimudahkan oleh Allah SWT (QS Al Qomar : 17), yang merupakan motivasi kita dalam membaca, memahami, menghafalkan dan mengamalkan Al quran, untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mempelajari Al quran, antara lain :

  • Niat yang ikhlas, untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih ridha-Nya
  • Memohon ampunan dan perlindungan Allah SWT dari godaan setan, dengan melakukan beristighfar dan berdzikir
  • Berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon dengan kepsarahan dan kerendahan hati  kepada Allah SWT
  • Tidak memperbanyak kesibukan dunia, karena dunia diciptakan untuk menguji manusia dalam amal perbuatannya
  • Meluangkan waktu dan menertibkan diri, tidak menyiakan waktu
  • Menjaga adab terhadap Al quran

Adab terhadap Alquran merupakan kewajiban dalam memuliakan Alquran sebagai kalam ilahi dan mukjizat Nabi Muhammmad SAW, yang meliputi :

  • Adab Dhahir, meliputi :
    • Disunahkan memperbanyak membaca Alquran
    • Disunnahkan bersuci sebelum membaca Alquran
    • Disunnahkan membaca Alquran ditempat yang bersih/suci, lebih utama di masjid
    • Disunnahkan menghadap kiblat dengan khuisuk dan khidmat
    • Disunnahkan bersiwak
    • Disunahkan membaca taawuz dan basmallah disetiap awal surah kecuali surah At taubah
    • Disunnahkan membaca secara tartil, tertib sesuai urutan surah
    • Disunnahkan untuk menyelesaikan bacaan sampai akhir surah
    • Disunnahkan tidak berhenti sebelum tanda wakaf
    • Disunnahkan sujud tilawah ketika membaca ayat sajdah
    • Disunnahkan membaca takbir disetiap pergantian surah mulai Adh Dhuhaa sampai A Naas
    • Membaca dengan melihat mushaf
    • Disunahkan untuk memperindah suara (mantap, tegas, lirih) dan lagu semampunya
    • Disunnahkan menangis sedih dan khusuk
  • Adab Bathin, meliputi :
    • Membaca Alquran dengan mentadaburi dan memahami makna bacaannya
    • Merenungkan kelembutan Allah SWT
    • Mengetahui betul bahwa yang dibaca adalah kalam Allah
    • Memahami ayat yang sedang dibaca
    • Menjaga diri dari ketidakpahaman
    • Merasa diri sebagai objek pembicaraan Alquran
    • Menyadari bahwa kekuatan hanya memiliki Allah
  • Adab pendengar Alquran, meliputi :
    • Duduk beradab dan khidmat
    • Mendengarkan dalam diam dan tenang
    • Dhair dan bathinya tidak tersibukan selain Allah
    • Bersujud ketika mendengar ayat sajdah
    • Menangis
  • Adab pada mushaf, meliputi :
    • Meletakan ditempat yang tertinggi
    • Tidak meletakan di lantai
    • Menerima Mushaf dengan berdiri
    • Disunnahkan memberi wewangian pada mushaf
    • Diharamkan untuk dijadikan bantal
    • Haram duduk berselonjor didepan mushaf
    • Diperbolehkan menghias mushaf dengan perak dan emas untuk wanita
    • Tidak boleh menganggap remeh mushaf
    • Makruh menggantung mushaf
    • Haram meletakan di tempat najis
    • Haram memegang mushaf dalam keadaan hadas kecil dan besar

Pada seri ngaji yuk berikutnya akan dibahas tentang asbabun nuzul, tadabur, fikih dan fadhilah dari surah Al Fatihah dan jus amma.

Disadur : At Tadzkir Metode Menghafal Al Quran, Tim Genta Hidayah, Sidoarjo, 2019

Kamis, 26 Februari 2026

DESAIN PEMBELAJARAN ABAD 21 : RUBRIK 21CLD

0

 Rubrik Pembelajaran 21CLD (21 Century Learning Desgn) dalah panduan berbasis riset dari Microsoft untuk merancang dan mengevaluasi aktivitas pembelajaran yang meningkatkan keterampilan siswa abad ke-21. Rubrik ini mencakup 6 dimensi: kolaborasi, konstruksi pengetahuan, regulasi diri, pemecahan masalah dunia nyata/inovasi, penggunaan TIK, dan komunikasi terampil. Setiap dimensi dinilai menggunakan 4-5 tingkat yang membantu guru mendesain ulang kegiatan belajar.

  • Kolaborasi (Collaboration): Menilai sejauh mana siswa berbagi tanggung jawab dan membuat keputusan substantif bersama (contoh: desain bersama). Komponen Utama Rubrik Kolaborasi 21CLD
    • Berbagi Tanggung Jawab: Siswa berbagi tanggung jawab secara setara untuk produk akhir.
    • Keputusan Substantif Bersama: Siswa mengambil keputusan terkait konten, desain, atau substansi proyek bersama-sama.
    • Saling Ketergantungan (Interdependensi): Pekerjaan satu siswa bergantung pada hasil kerja siswa lain (bukan sekadar membagi tugas lalu disatukan). 
Tingkatan Rubrik Kolaborasi 21CLD
    • Level 1 (Terendah): Siswa bekerja secara individu atau tidak berkolaborasi dalam mengambil keputusan substansial.
    • Level 2: Siswa bekerja dalam kelompok, tetapi tidak berbagi tanggung jawab secara substantif (misal: berbagi tugas tanpa interdependensi).
    • Level 3: Siswa berbagi tanggung jawab, tetapi tidak mengambil keputusan substantif bersama.
    • Level 4: Siswa berbagi tanggung jawab dan membuat keputusan substantif bersama, namun tidak bekerja secara saling bergantung.
    • Level 5 (Tertinggi): Siswa berbagi tanggung jawab, membuat keputusan substantif bersama, dan bekerja secara saling bergantung untuk menghasilkan produk akhir. 
  • Konstruksi Pengetahuan (Knowledge Construction): Mengukur apakah aktivitas menuntut siswa melampaui sekadar mengingat, memahami, atau mengaplikasikan, melainkan menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi untuk membangun pengetahuan baru. Berikut adalah detail konstruksi pengetahuan dalam rubrik 21CLD :
    • Tingkatan Konstruksi (Rubrik): Rubrik ini mengukur sejauh mana pembelajaran menuntut siswa membangun pengetahuan. Tingkat rendah hanya mengharuskan reproduksi informasi, sementara tingkat tinggi mengharuskan interpretasi, sintesis, dan evaluasi.
    • Transfer Pengetahuan: Konstruksi pengetahuan dianggap terjadi jika peserta didik menggunakan apa yang mereka pelajari untuk memecahkan masalah atau membuat produk di konteks yang berbeda (tidak hanya mengulang apa yang diajarkan).
    • Aktivitas Utama: Siswa terlibat dalam kegiatan seperti analisis data, merancang solusi, atau melakukan evaluasi kritis, bukan hanya membaca atau mendengar.
    • Peran Pendidik: Pendidik bertindak sebagai fasilitator yang merancang aktivitas berbasis praktik kolaboratif untuk membantu siswa berpikir tingkat tinggi, bukan hanya menyuapi informasi.
    • Hasil Pembelajaran: Konstruksi pengetahuan bertujuan menghasilkan pembelajaran yang mendalam, kontekstual, dan relevan dengan tantangan abad ke-21. 
  • Regulasi Diri (Self-Regulation): Mengevaluasi apakah siswa merencanakan pekerjaan, mengatur diri sendiri, dan mendapatkan umpan balik untuk revisi. Rubrik regulasi diri dalam desain pembelajaran abad ke-21 (21CLD) dirancang untuk mengevaluasi sejauh mana aktivitas belajar mendorong peserta didik mengatur diri sendiri dalam proses belajarnya. Aktivitas belajar yang baik melibatkan kemampuan peserta didik untuk merencanakan, mengevaluasi, dan merevisi pekerjaan mereka berdasarkan umpan balik. Aktivitas terbaik bahkan mendorong revisi dan peningkatan karya secara berkelanjutan.
  • Pemecahan Masalah Dunia Nyata & Inovasi (Real-World Problem Solving and Innovation): Fokus pada apakah aktivitas memecahkan masalah non-algoritmik (tidak ada jawaban langsung) dan berdampak di luar kelas.
  • Penggunaan TIK untuk Pembelajaran (ICT for Learning): Menilai apakah teknologi digunakan sebagai alat untuk mengonstruksi pengetahuan, bukan sekadar mengganti pensil.
  • Komunikasi Terampil (Skilled Communication): Mengukur apakah siswa menyajikan bukti pendukung dan menyesuaikan komunikasi dengan audiens tertentu.  Berikut adalah garis besar tingkat kompetensi rubrik Komunikasi Terampil (21CLD):
    • Tingkat 1 (Rendah): Siswa hanya menyampaikan informasi dasar, tidak memerlukan komunikasi yang didukung bukti, atau tidak terstruktur.
    • Tingkat 2: Siswa menyajikan ide, tetapi argumen belum didukung dengan bukti yang kuat atau belum disesuaikan sepenuhnya dengan audiens.
    • Tingkat 3: Siswa menyampaikan komunikasi yang terstruktur dan didukung bukti (data, fakta, argumen) untuk meyakinkan audiens.
    • Tingkat 4 (Tinggi): Siswa menggunakan komunikasi multimoda (kombinasi lisan, tertulis, visual) yang berkesinambungan, terstruktur, dan disesuaikan secara khusus untuk audiens target untuk mencapai tujuan tertentu. 
Kunci Komunikasi Terampil 21CLD:
    • Bukti Pendukung: Menyampaikan ide yang didukung data atau argumen logis.
    • Audiens & Tujuan: Menyesuaikan pesan, gaya, dan media untuk audiens spesifik.
    • Multimoda: Menggunakan kombinasi teks, audio, visual, atau digital
LAMPIRAN : RUBRIK 21 CLD

MACHINE LEARNING : PROJEK 1

0

 Machine Learning (ML) adalah salah satu cabang dari kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan komputer untuk belajar dari data tanpa diberi instruksi secara eksplisit. Machine Learning dapat membantu kita dalam membuat keputusan yang cerdas.

Saat ini, penerapan Machine Learning salah satunya adalah di bidang pendidikan. Penerapan teknologi Machine Learning dalam bidang pendidikan menawarkan potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan membantu memecahkan beberapa masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru saat ini.

Dengan penerapan Machine Learning dalam bidang pendidikan, diharapkan dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa, memberikan bantuan individual, dan membantu guru dalam mengelola kelas secara efisien, antara lain :

  • Sistem Pemantauan Siswa, Machine Learning dapat digunakan untuk membangun sistem pemantauan siswa yang dapat menganalisis perilaku belajar mereka. Model Machine Learning dapat mempelajari data historis, seperti pola belajar, interaksi dengan materi, dan hasil tes, untuk mengidentifikasi pola yang dapat membantu dalam memahami kebutuhan belajar individu siswa dan memberikan rekomendasi yang sesuai.
  • Personalisasi Pembelajaran, Dengan menggunakan Machine Learning, dapat dibangun sistem yang dapat menyediakan pengalaman pembelajaran yang dipersonalisasi untuk setiap siswa. Model Machine Learning dapat menganalisis data siswa, seperti gaya belajar, preferensi topik, tingkat pemahaman, dan tingkat kesulitan yang sesuai, untuk menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa.
  • Deteksi Plagiarisme, Machine Learning dapat digunakan untuk mengembangkan sistem deteksi plagiarisme yang dapat menganalisis karya tulis siswa dan membandingkannya dengan sumber daya online dan basis data lainnya. Model Machine Learning dapat mempelajari pola-pola plagiarisme dari data yang ada dan memberikan indikasi kemungkinan plagiarisme dalam karya tulis siswa.
  • Prediksi Kinerja Siswa, Dengan menggunakan Machine Learning, dapat dikembangkan model prediksi kinerja siswa berdasarkan data historis, seperti hasil tes, kehadiran, partisipasi, dan faktor-faktor lainnya. Model ini dapat membantu guru dan administrator dalam mengidentifikasi siswa yang berisiko rendah atau tinggi, sehingga mereka dapat mengambil tindakan yang tepat untuk meningkatkan kinerja siswa.
  • Sistem Pemberian Tugas Otomatis, Machine Learning dapat digunakan untuk membangun sistem yang dapat memberikan tugas secara otomatis kepada siswa berdasarkan kemampuan, minat, dan tingkat pemahaman mereka. Model Machine Learning dapat mempelajari data siswa, seperti hasil tes dan tanggapan terhadap tugas sebelumnya, untuk memberikan tugas yang sesuai dengan tingkat kesulitan yang tepat.
  • Sistem Pemberian Umpan Balik Otomatis, Machine Learning dapat digunakan untuk mengembangkan sistem pemberian umpan balik otomatis kepada siswa berdasarkan pekerjaan mereka. Model Machine Learning dapat mempelajari contoh umpan balik yang diberikan oleh guru dan menghasilkan umpan balik yang relevan dan konstruktif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Langkah-langkah untuk membuat proyek antara lain :

  • Langkah 1: Instalasi, Pertama, pastikan Anda memiliki semua alat yang diperlukan. Instal Python dan pustaka terkait seperti TensorFlow atau PyTorch.
    • bash
    • pip install tensorflow
    • pip install torch
  • Langkah 2: Memahami Dataset, Dataset adalah kunci dalam coding AI. Data adalah bahan bakar yang menggerakkan algoritma AI Anda. Cari dataset yang relevan dengan proyek Anda di situs seperti Kaggle atau UCI Machine Learning Repository.
  • Langkah 3: Pra-pemrosesan Data, Sebelum data bisa digunakan, biasanya perlu diproses terlebih dahulu. Ini bisa melibatkan pembersihan data, pengisian nilai yang hilang, dan normalisasi.
    • python
    • import pandas as pd
    • data = pd.read_csv(‘dataset.csv’)
    • data.fillna(method= class=”hljs-string”>’ffill’, inplace=True)
  • Langkah 4: Membangun Model, Ini adalah bagian di mana sihir terjadi. Pilih algoritma yang sesuai dan bangun model AI Anda.
    • from tensorflow.keras.models import Sequential
    • from tensorflow.keras.layers import Dense model = Sequential()
    • model.add(Dense(64, activation= ‘relu’, input_dim=10))
    • model.add(Dense(1, activation=’sigmoid’)) model.compile optimizer=’adam’, loss=’binary_crossentropy’, metrics=[‘accuracy’])
  • Langkah 5: Melatih Model, Setelah model dibangun, saatnya melatihnya dengan data Anda. Proses ini melibatkan memberi model data dan membiarkannya belajar dari data tersebut.
    • python
    • model.fit(data, labels, epochs=10, batch_size=32)
  • Langkah 6: Evaluasi dan Tuning, Setelah model dilatih, evaluasi kinerjanya dan lakukan tuning jika diperlukan. Ini bisa melibatkan mengubah parameter model atau menggunakan lebih banyak data untuk pelatihan
Posted in   

Minggu, 11 Januari 2026

MATERI PKWU PENGOLAHAN : KELAS X

0

 A. PENGANTAR

Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan: Pengolahan, memiliki tujuan sebagai berikut. :

  • Menghasilkan produk pengolahan pangan sehat/higienis dan nonpangan yang ekonomis melalui eksplorasi bahan, teknik, alat dengan mengembangkan pengetahuan dan prinsip teknologi pengolahan.
  • Mengapresiasi, mengevaluasi, dan merefleksi karya produk teknologi olahan pangan dan nonpangan masyarakat maupun teman sendiri berdasarkan pendekatan sistematis ilmiah.
  • Menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan melalui kepemimpinan, kerja sama, dan berani mengambil risiko.

Adapun ruang lingkup materinya berorientasi pada pengembangan kemampuan mengolah bahan pangan secara higienis dan nonpangan menjadi produk jadi dan produk setengah jadi dalam bentuk sajian/kemasan yang menarik berbasis kewirausahaan, yang meliputi bahan nabati (buah, sayur, umbi, serealia), hewani (daging ternak besar, daging unggas, ikan, telur, susu), herbal (tanaman berkhasiat/obat), perkebunan (kopi, teh, cokelat, kelapa dan sawit), dan uji organoleptic (metode penilaian mutu produk pangan menggunakan panca indra manusia seperti penglihatan, penciuman, peraba, perasa, pendengaran, untuk mengevaluasi sifat sensorik seperti warna, bau, rasa, dan tekstur secara subjektif), yang diselenggarakan sesuai kondisi daerah/lingkungan masing-masing serta memperhatikan potensi lingkungan, kearifan lokal, nusantara hingga mancanegara

 

B. PRODUK PANGAN NABATI

Bahan pangan nabati merupakan produk makanan yang berasal dari tumbuhan, mencakup akar, batang, daun, bunga, buah, biji-bijian, atau olahannya, kaya vitamin, mineral, serat, dan karbohidrat yang penting untuk tubuh, rendah lemak dan kolesterol, serta dapat dikonsumsi langsung atau setelah diolah. adapun jenisnya, antara lain :

  • Buah-buahan, merupakan bahan pangan nabati yang memiliki rasa enak dan menyegarkan serta memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh manusia, memiliki kandungan serat yang tinggi, vitamin A, B, B1, B6, C, seperti : pisang, jeruk, apel, pepaya
  • Sayuran, merupakan bahan pangan nabati yang mengandung zat gizi yang lengkap, memiliki nutrisi seperti vitamin, mineral, serat, kalsium, zat besi, folat dan kalium, seperti :  kangkung, selada, terong, kol, dan buncis.
  • Serealia, merupakan bahan pangan yang berasal dari biji-bijian dan berfungsi sebagai sumber makanan pokok bagi manusia, memiliki kandungan berupa zat karbohidrat, kaya protein, berserat tinggi dan rendah lemak, vitamin E dan B. seperti : beras, sorghum/gandrung. barley/jelai, jagung, dan gandum.
  • Kacang-kacangan, merupakan hasil pangan biji yang berukuran lebih besar dari kelompok serealia, memiliki kandungan banyak serat,
    protein, lemak yang menyehatkan, mineral, dan vitamin E. seperti : kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kacang kedelai, kacang mete, dan kacang almond.
  • Umbi-umbian, merupakan sumber pangan yang memiliki kandungan karbohidrat/pati, vitamin, protein, mineral, zat besi, fosfor kalsium, dan serat yang tinggi. seperti : bengkoang, singkong, talas, ubi jalar, bawang, dan kentang

Pengawetan makanan merupakan cara yang digunakan untuk membuat makanan memiliki daya simpan yang lama dan mempertahankan sifat-sifat fisik dan kimia makanan. Adapun teknik pengawetan pangan nabati terdiri dari :

  • Pengawetan secara Fisika, meliputi :
    • Pemanasan, merupakan pengawetan dengan cara memanaskan bahan atau produk pangan pada suhu tertentu bergantung pada jenis produk yang akan diawetkan. Contoh, pengawetan pada bahan pangan susu cukup menggunakan suhu 60-70°C sekitar 30 menit agar protein tidak rusak dan untuk menghilangkan mikroorganisme patogen di dalam bahan atau produk pangan.
    • Pembekuan, merupakan pengawetan bahan atau produk pangan dengan menurunkan temperaturnya hingga di bawah titik beku air, contohnya sayuran frozen.
    • Pengalengan, merupakan teknik pengawetan makanan dalam wadah yang tertutup rapat dan disterilkan dengan suhu panas. agar bahan makanan bebas dari bakteri yang mengakibatkan kebusukan dan untuk mempertahankan nilai gizi, cita rasa, dan daya tarik, contohnya manisan buah kaleng
    • Pembuatan Acar, merupakan teknik pengawetan yang sering dilakukan pada sayur ataupun buah dengan pemberian garam dan cuka, untuk memperpanjang masa simpan, contohnya acar mentimun.
    • Pengentalan, merupakan pengawetan yang dilakukan untuk bahan cair, contohnya dodol.
    • Pengeringan, merupakan pengawetan bahan pangan dengan cara mengurangi kadar air bahan untuk mencegah pembusukan  makanan akibat mikroorganisme. dilakukan dengan cara penjemuran dan pemanggangan menggunakan oven dan sering dilakukan untuk bahan padat yang mengandung protein dan karbohidrat, contohnya keripik.
    • Pembuatan Tepung, merupakan teknik pengawetan yang diterapkan pada bahan karbohidrat dengan perubahan bentuk menjadi bentuk bubuk/halus, contohnya tepung beras
  • Pengawetan secara biologis, dilakukan dengan sistem peragian atau fermentasi dan dapat pula dengan penambahan enzim, seperti papain (enzim dari buah pepeya) dan bromelin (enzim dari buah nanas)
  • Pengawetan secara kimiawi, merupakan pengawetan dengan cara menggunakan bahan tambahan makanan (BTM), pemberian BTM diterapkan pada bahan cair nonminyak maupun mengandung minyak dan harus sesuai dengan takarannya

Pada proses pembuatan desain kemasan, perlu diperhatikan pula tentang labeling, dimana pemberian label produk dilakukan pada tahap akhir proses pengolahan pangan sebelum dipasarkan. fungsi label sebuah produk pada kemasan, sebagai identifikasi produk, membantu mengenalkan merek produk, dan untuk memenuhi peraturan perundang-undangan. Pada label sebaiknya tertera :

  • Nama produk
  • Nama dagang/merk
  • Komposisi produk
  • Berat/isi bersih produk
  • Nama dan alamat produsen
  • Nomor pendaftaran (pirt/md)
  • Tanggal/bulan dan tahun kadaluarsa
  • Kode produksi

Makanan khas Nusantara banyak yang menggunakan daun sebagai kemasan/pembungkusnya baik daun pisang, daun jagung maupun daun yang lainnya, yang memiliki kelebihan, yaitu aroma makanan tersebut menjadi lebih wangi dan bebas bahan kimia, seperti plastik. Pembungkus makanan dari daun pisang ini pun memiliki beragam bentuk dengan namanya masing-masing. Namun, saat ini, kemasan khas tersebut banyak dikemas ulang menggunakan kemasan yang lebih modern sehingga lebih unik dan menarik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan kemasan yang baik, antara lain :

  • Kemasan harus dapat melindungi produk/isi dengan baik.
  • Mudah dibuka dan mudah ditutup serta mudah dibawa.
  • Bentuk dan ukuran menarik sesuai kebutuhan produk.
  • Labeling harus jelas dan komplit.
  • Bahan kemasan harus ramah lingkungan. Bahan-bahan yang sering dijadikan kemasan, antara lain :
    • Kemasan Berbahan Logam (kaleng), merupakan kemasan yang dapat melindungi produk dari sinar matahari, uap air, dan oksigen sehingga meminimalisir terjadinya kebusukan.
    • Kemasan Berbahan Kaca,  tahan terhadap produk yang sifatnya asam dan basa serta tidak dapat bereaksi dengan bahan yang dikemas. Namun, kemasan berbahan kaca mudah pecah jika terkena benturan dan lebih berat dibandingkan dengan bahan lainnya seperti logam, plastik atau kertas
    • Kemasan Berbahan Plastik, memiliki beberapa jenis, tidak semua jenis plastik dapat digunakan sebagai bahan kemasan produk makanan dan minuman. Hal ini dikarenakan ada beberapa jenis plastik yang mengandung zat kimia sehingga dapat merusak kesehatan manusia. Plastik ini memiliki bahan yang ringan, relatif mudah didapat, dengan masa simpan relatif singkat.
    • Kemasan Berbahan Kertas/Karton, banyak digunakan untuk kotak karton lipat (KKL) dan kotak karton gelombang (KKG) mudah dicetak, serta gelas karton yang sekali pakai. Kelebihan kemasan ini ramah lingkungan.

Makanan daerah identik dengan bahan baku, pembuatan yang khas dari daerah masing-masing serta rasa makanan tradisional cukup sederhana. Namun saat ini, telah banyak bermunculan kreasi makanan daerah yang dimodifikasi menjadi makanan kekinian. Modifikasi makanan bertujuan untuk menambah daya tarik masyarakat terhadap makanan tersebut dan untuk mencegah menjamurnya produk makanan impor. Contoh modifikasi seperti mengganti isi, memberi topping, menambah pewarna, mengubah ukuran

 

C. PRODUK NONPANGAN NABATI

Bahan nonpangan nabati adalah bahan yang diambil dari tumbuhan untuk keperluan perkakas atau bukan makanan. Produk nonpangan nabati banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai produk yang memiliki nilai jual yang tinggi dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Saat ini, pemanfaatan bahan pangan nabati sebagai produk nonpangan nabati banyak digunakan untuk kecantikan dan kesehatan, mulai dari sabun, masker wajah, parfum sampai aroma terapi untuk relaksasi.

Contoh pemanfaatan produk nonpangan pada tanaman jenis serealia, misalnya padi. Bagian yang dapat diambil dari padi ialah bulir-bulir padinya, yang jika sudah dipisahkan dari kulitnya atau sekam disebutlah sebagai beras, kulit sekamnya dapat di gunakan sebagai media tanam. Selain itu, bagian batang dan daun kering dapat digunakan menjadi bahan bakar tungku; sisa gilingannya berupa dedak dapat digunakan menjadi pakan ternak; bagian berasnya selain jadi makanan pokok, apabila diolah kembali, dapat menjadi bahan kosmetik

Beberapa khasiat bahan nabati di antaranya: bengkuang sebagai pencerah wajah. Alpukat dapat melembapkan kulit. Pisang untuk menghaluskan kulit wajah bahkan mampu menghilangkan bekas cacar atau jerawat. Lidah buaya yang dapat mendinginkan kulit serta mencegah kerontokan rambut. Manfaat bahan nabati ini yang kemudian banyak diadaptasi dengan teknologi modern. Proses teknologi modern banyak dilakukan untuk menghasilkan produk nonpangan dengan proses pengeringan bahan nabati. Setelah menjadi produk kering, bahan nabati lebih mudah untuk dijadikan banyak variasi.

Biji kopi saat ini banyak dimanfaatkan untuk urusan rumah tangga, seperti

  • Pengharum ruangan: aroma kopi membantu menghilangkan bau yang tidak sedap.
  • Mengusir serangga
  • Mengilapkan kembali furnitur kayu
  • Membersihkan noda kotor
  • Sebagai pupuk tanaman, pemanfaatan ampas kopi

Promosi merupakan istilah yang sangat sering digunakan dalam aktivitas pemasaran. Tujuannya ialah untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat dan memengaruhi mereka untuk membeli dan menggunakan produk tersebut. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam merencanakan promosi ialah sebagai berikut :

  • Tentukan tujuan promosi.
  • Tentukan target pasar.
  • Tentukan harga jual.
  • Pilih media promosi.
  • Ukur efektivitas promosi.

Promosi pada umumnya tidak terlalu mementingkan brand image dan akan lebih mementingkan cara menarik konsumen untuk mencoba dan membeli produk yang ditawarkan

Analisis usaha bertujuan untuk memperlihatkan kelayakan dari sebuah usaha. Proses analisis ini memengaruhi 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dari mulai proses produksi, penentuan harga, bahan baku. Faktor eksternal dimulai dari pemasaran, distribusi, geopolitik dan lain-lain, dengan menggunakan  Analisis SWOT, singkatan dari kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats)


D. PRODUK PANGAN HEWANI

Bahan pangan hewani berasal dari hewan atau produk olahannya, seperti daging, ikan, telur, dan susu, yang kaya akan protein, lemak sehat, vitamin (B12), mineral, dan asam lemak omega-3 untuk membangun jaringan tubuh, meningkatkan kesehatan, dan kecerdasan, namun memerlukan penanganan khusus karena mudah rusak.  Jenis-jenis bahan pangan hewani tentunya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya, antara lain :

  • Daging merupakan bahan pangan yang berasal dari bagian lunak pada hewan yang melekat pada tulang dan dibungkus dengan kulit. Daging memiliki kandungan gizi protein dengan susunan asam amino lengkap. pada umumnya daging mengandung sekitar 75% air, 18% protein, 3% lemak, 1,5% senyawa nitrogen bukan protein serta vitamin dan mineral dalam jumlah sedikit. Daging dapat berupa daging sapi, kambing, ayam, atau daging bebek. Pada pengolahan pangan Nusantara, daging biasanya diolah menjadi sate padang, coto makassar, isian sosis solo, rendang padang, rawon malang, atau soto betawi, dan lainnya
  • Ikan, merupakan sumber protein yang lebih mudah diserap tubuh di bandingkan dengan daging sapi karena susunan asam amino pada ikan lebih sederhana. Protein dalam ikan bermanfaat untuk peremajaan jaringan di dalam tubuh dan sebagai sumber energi untuk bergerak. Pada pengolahan pangan Nusantara, salah satu contoh pengawetan ikan adalah ikan cakalang yang diolah menjadi cakalang fufu khas Manado, mangut khas Yogyakarta, arsik khas Tapanuli, sop ikan jantung pisang khas Palu, atau gabus pucung khas Jakarta.
  • Susu, merupakan cairan berwarna putih yang dihasilkan dari kelenjar mamalia seperti sapi dan kambing dengan cara pemerahan. Susu memiliki kandungan gizi lengkap seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pada pengolahan pangan Nusantara,susu biasanya di olah menjadi dadiah atau yoghurt khas Minang, dangke khas Sulawesi Selatan, tahu atau dodol susu dari Lembang.
  • Telur, merupakan salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan, dan susu. Teluryang biasa dikonsumsi manusia diantaranya adalah telur ayam, bebek,dan telur puyuh. Pada pengolahanpangan Nusantara, telur biasanya diolah menjadi telur asin khas Brebes, kerak telor khas Betawi, telur balado khas Minang, dan rendang talua khas Payakumbuh.

Teknologi pengawetan bahan hewani memiliki beberapa teknik yang berbeda satu sama lainnya.

  • Pengawetan Fisik
    • Pembekuan adalah pengawetan makanan dengan menurunkan temperaturnya hingga di bawah titik beku air, contohnya sosis Solo frozen.
    • Pengasapan adalah pengawetan makanan dengan memanfaatkan sumber panas dari asap hasil pembakaran kayu tertentu sehingga memberikan rasa dan aroma yang khas, contohnya cakalang fufu Manado.
  • Pengawetan Biologi
    • Fermentasi adalah pengawetan makanan dengan cara menambahkan mikroorganisme tertentu untuk mengubah karbohidrat menjadi alkohol dan karbon dioksida atau asam organik, contohnya dadiah/yoghurt khas Minang.
  • Pengawetan Kimia
    • Pengasinan adalah pengawetan makanan dengan cara menambahkan garam untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme perusak, contohnya telur asin Brebes.

Proses pengemasan produk olahan pangan hewani Nusantara tidak berbeda dengan pangan nabati. Sebuah kemasan haruslah dilengkapi dengan labeling. Kemasan adalah wadah yang digunakan untuk melindungi bahan atau produk yang ada di dalamnya dari berbagai cemaran yang dapat menyebabkan kerusakan bahan atau produk tersebut pada saat penyimpanan atau pendistribusian. Menurut Said (2016: 15-16), selain sebagai wadah untuk melindungi dan menjaga kualitas suatu bahan atau produk, kemasan juga memiliki fungsi promosi, simbolik, dan estetik. Ketiga fungsi ini berkaitan dengan adanya pelabelan. Menurut Undang-Undang RI No. 18 Tahun 2012, pencantuman label dalam kemasan memuat paling sedikit keterangan mengenai nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih, nama dan alamat produsen atau pengimpor, informasi halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, tanggal, bulan, dan tahun kadaluarsa. Nomor izin edar bagi pangan olahan, serta asal-usul bahan pangan tertentu


E. PRODUK NONPANGAN HEWANI

Bahan nonpangan hewani adalah produk turunan dari hewan (ternak, perikanan) yang tidak dikonsumsi manusia sebagai makanan atau minuman, melainkan dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti kerajinan, industri, kosmetik, atau obat-obatan, contohnya bulu domba untuk benang, kulit sapi untuk jaket, cangkang untuk kerajinan

Produk olahan nonpangan dari bahan hewani yang banyak dimanfaatkan untuk kehidapan sehari-hari seperti berikut ini.

  • Tulang, merupakan bagian rangka pembentuk tubuh tempat melekatnya otot dan daging. Pada saat mengolah atau mengonsumsi
    daging ternak besar, unggas atau ikan, tulang biasanya tidak ikut diolah atau dikonsumsi. Tulang tersebut menjadi limbah atau sampah yang dapat mencemari lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Untuk mencegah pencemaran lingkungan, tulang dari ternak besar, unggas atau ikan dapat diolah menjadi produk olahan nonpangan yang lebih bernilai dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Menurut Aniek Setiya Budiatin (2021), tulang sapi dan tulang ikan dapat dimurnikan dengan cara pemanasan tulang yang sudah bersih pada suhu 1.000 °C selama 2 jam, kemudian digiling menjadi serbuk putih yang disebut bovine hidroksiapatit. Tulang unggas seperti tulang ayam dapat diekstraksi dengan perendaman asam asetat, kemudian dipanaskan pada suhu 60-70 °C selama 8,jam untuk menghasilkan kolagen yang dapat dimanfaatkan sebagai perekat kayu. Selain itu, penepungan secara sederhana tulang ternak besar, unggas, dan ikan juga dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan pakan ternak dengan kandungan kalsium yang cukup tinggi.
  • Darah, merupakan cairan yang terdiri atas plasma, sel merah, dan sel putih yang mengalir dalam pembuluh darah. Darah hewan ternak besar seperti sapi, kerbau, kambing, atau domba dari rumah potong hewan dapat dimanfaatkan menjadi bahan pakan ternak dalam bentuk tepung darah. Tepung darah dapat diperoleh melalui pengeringan, penyerapan, atau fermentasi darah segar dengan menggunakan mikroorganisme tertentu. Darah segar dapat dimanfaatkan dengan cara mengolahnya menjadi produk olahan nonpangan seperti tepung darah untuk bahan pupuk ternak. Tepung darah dapat mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah hasil ikutan ternak di rumah potong hewan tersebut.
  • Kulit, adalah bagian terluar dari daging. Kulit dari hewan ternak besar seperti sapi, kerbau, kambing, atau domba dapat diolah menjadi produk olahan nonpangan seperti tas, sepatu, karpet, atau hiasan yang lainnya. Benda-benda itu dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk olahan nonpangan dari bagian tubuh yang lainnya. Hasil samping dari pemotongan hewan ternak besar berupa kulit ini diperoleh setelah hewan tersebut mati dan dikuliti. Kulit hewan ternak besar memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena struktur jaringannya kuat dan berisi sehingga benda yang dihasilkan berkualitas yang sangat baik.
  • Bulu, merupakan salah satu bahan hasil samping hewani yang diperoleh dari pemotongan hewan ternak unggas seperti ayam, bebek, dan itik. Bulu adalah lapisan luar kulit yang membentuk penutup tubuh hewan tersebut. Bulu ternak banyak dimanfaatkan untuk pembuatan produk olahan nonpangan berupa kemoceng atau sulak. Sentra pembuatan kemoceng atau sulak Nusantara di antaranya adalah Dusun Ngriman, Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten.
  • Sisik adalah lapisan kulit keras berupa kepingan tipis yang tersusun sedemikian rupa seperti pada penghasil bahan pangan hewani ikan. Sisik dapat diolah menjadi produk olahan nonpangan dari bahan hewani seperti obat luka karena mengandung kolagen dalam jumlah yang tinggi dibandingkan dengan kolagen dari hewan mamalia seperti sapi. Selain itu, sisik juga dapat diolah menjadi berbagai macam hiasan seperti bros atau gantungan kunci. Pemanfaatan sisik menjadi produk olahan nonpangan dari bahan hewani juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah dari pengolahan pangan hewani ikan tersebut

Pemasaran dan promosi memiliki kandungan arti yang berbeda. Pemasaran mengacu pada proses komunikasi yang bertujuan untuk memberikan informasi keunggulan keunggulan produk yang dimiliki. Adapun promosi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menawarkan produk. Pada saat melakukan pemasaran sebaiknya menggunakan rumus 7P yang meliputi:

  • Produk (Product),
  • Harga (Price),
  • Tempat (Place),
  • Promosi (Promotion),
  • Sumber Daya Manusia (People),
  • Aktivitas Bisnis (Process),
  • Bukti Fisik Perusahaan (Physical Evidence).

Pemasaran mementingkan dan menjaga brand image suatu produk di mata konsumen atau penggunanya. Tujuannya untuk mempertahan kualitas dan menjaga citra yang baik/kepercayaan di mata pelanggan


F. PROJECT

  • DODOL
  • SIRUP PALA
  • AROMATERAPI KOPI
  • SOSIS
  • TELUR ASIN
  • DADIAH/YOGURT
  • CAKALANG FUFU
  • KEMOCENG/SULAK
Posted in