Tampilkan postingan dengan label PKWU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKWU. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Januari 2026

MATERI PKWU PENGOLAHAN : KELAS X

0

 A. PENGANTAR

Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan: Pengolahan, memiliki tujuan sebagai berikut. :

  • Menghasilkan produk pengolahan pangan sehat/higienis dan nonpangan yang ekonomis melalui eksplorasi bahan, teknik, alat dengan mengembangkan pengetahuan dan prinsip teknologi pengolahan.
  • Mengapresiasi, mengevaluasi, dan merefleksi karya produk teknologi olahan pangan dan nonpangan masyarakat maupun teman sendiri berdasarkan pendekatan sistematis ilmiah.
  • Menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan melalui kepemimpinan, kerja sama, dan berani mengambil risiko.

Adapun ruang lingkup materinya berorientasi pada pengembangan kemampuan mengolah bahan pangan secara higienis dan nonpangan menjadi produk jadi dan produk setengah jadi dalam bentuk sajian/kemasan yang menarik berbasis kewirausahaan, yang meliputi bahan nabati (buah, sayur, umbi, serealia), hewani (daging ternak besar, daging unggas, ikan, telur, susu), herbal (tanaman berkhasiat/obat), perkebunan (kopi, teh, cokelat, kelapa dan sawit), dan uji organoleptic (metode penilaian mutu produk pangan menggunakan panca indra manusia seperti penglihatan, penciuman, peraba, perasa, pendengaran, untuk mengevaluasi sifat sensorik seperti warna, bau, rasa, dan tekstur secara subjektif), yang diselenggarakan sesuai kondisi daerah/lingkungan masing-masing serta memperhatikan potensi lingkungan, kearifan lokal, nusantara hingga mancanegara

 

B. PRODUK PANGAN NABATI

Bahan pangan nabati merupakan produk makanan yang berasal dari tumbuhan, mencakup akar, batang, daun, bunga, buah, biji-bijian, atau olahannya, kaya vitamin, mineral, serat, dan karbohidrat yang penting untuk tubuh, rendah lemak dan kolesterol, serta dapat dikonsumsi langsung atau setelah diolah. adapun jenisnya, antara lain :

  • Buah-buahan, merupakan bahan pangan nabati yang memiliki rasa enak dan menyegarkan serta memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh manusia, memiliki kandungan serat yang tinggi, vitamin A, B, B1, B6, C, seperti : pisang, jeruk, apel, pepaya
  • Sayuran, merupakan bahan pangan nabati yang mengandung zat gizi yang lengkap, memiliki nutrisi seperti vitamin, mineral, serat, kalsium, zat besi, folat dan kalium, seperti :  kangkung, selada, terong, kol, dan buncis.
  • Serealia, merupakan bahan pangan yang berasal dari biji-bijian dan berfungsi sebagai sumber makanan pokok bagi manusia, memiliki kandungan berupa zat karbohidrat, kaya protein, berserat tinggi dan rendah lemak, vitamin E dan B. seperti : beras, sorghum/gandrung. barley/jelai, jagung, dan gandum.
  • Kacang-kacangan, merupakan hasil pangan biji yang berukuran lebih besar dari kelompok serealia, memiliki kandungan banyak serat,
    protein, lemak yang menyehatkan, mineral, dan vitamin E. seperti : kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kacang kedelai, kacang mete, dan kacang almond.
  • Umbi-umbian, merupakan sumber pangan yang memiliki kandungan karbohidrat/pati, vitamin, protein, mineral, zat besi, fosfor kalsium, dan serat yang tinggi. seperti : bengkoang, singkong, talas, ubi jalar, bawang, dan kentang

Pengawetan makanan merupakan cara yang digunakan untuk membuat makanan memiliki daya simpan yang lama dan mempertahankan sifat-sifat fisik dan kimia makanan. Adapun teknik pengawetan pangan nabati terdiri dari :

  • Pengawetan secara Fisika, meliputi :
    • Pemanasan, merupakan pengawetan dengan cara memanaskan bahan atau produk pangan pada suhu tertentu bergantung pada jenis produk yang akan diawetkan. Contoh, pengawetan pada bahan pangan susu cukup menggunakan suhu 60-70°C sekitar 30 menit agar protein tidak rusak dan untuk menghilangkan mikroorganisme patogen di dalam bahan atau produk pangan.
    • Pembekuan, merupakan pengawetan bahan atau produk pangan dengan menurunkan temperaturnya hingga di bawah titik beku air, contohnya sayuran frozen.
    • Pengalengan, merupakan teknik pengawetan makanan dalam wadah yang tertutup rapat dan disterilkan dengan suhu panas. agar bahan makanan bebas dari bakteri yang mengakibatkan kebusukan dan untuk mempertahankan nilai gizi, cita rasa, dan daya tarik, contohnya manisan buah kaleng
    • Pembuatan Acar, merupakan teknik pengawetan yang sering dilakukan pada sayur ataupun buah dengan pemberian garam dan cuka, untuk memperpanjang masa simpan, contohnya acar mentimun.
    • Pengentalan, merupakan pengawetan yang dilakukan untuk bahan cair, contohnya dodol.
    • Pengeringan, merupakan pengawetan bahan pangan dengan cara mengurangi kadar air bahan untuk mencegah pembusukan  makanan akibat mikroorganisme. dilakukan dengan cara penjemuran dan pemanggangan menggunakan oven dan sering dilakukan untuk bahan padat yang mengandung protein dan karbohidrat, contohnya keripik.
    • Pembuatan Tepung, merupakan teknik pengawetan yang diterapkan pada bahan karbohidrat dengan perubahan bentuk menjadi bentuk bubuk/halus, contohnya tepung beras
  • Pengawetan secara biologis, dilakukan dengan sistem peragian atau fermentasi dan dapat pula dengan penambahan enzim, seperti papain (enzim dari buah pepeya) dan bromelin (enzim dari buah nanas)
  • Pengawetan secara kimiawi, merupakan pengawetan dengan cara menggunakan bahan tambahan makanan (BTM), pemberian BTM diterapkan pada bahan cair nonminyak maupun mengandung minyak dan harus sesuai dengan takarannya

Pada proses pembuatan desain kemasan, perlu diperhatikan pula tentang labeling, dimana pemberian label produk dilakukan pada tahap akhir proses pengolahan pangan sebelum dipasarkan. fungsi label sebuah produk pada kemasan, sebagai identifikasi produk, membantu mengenalkan merek produk, dan untuk memenuhi peraturan perundang-undangan. Pada label sebaiknya tertera :

  • Nama produk
  • Nama dagang/merk
  • Komposisi produk
  • Berat/isi bersih produk
  • Nama dan alamat produsen
  • Nomor pendaftaran (pirt/md)
  • Tanggal/bulan dan tahun kadaluarsa
  • Kode produksi

Makanan khas Nusantara banyak yang menggunakan daun sebagai kemasan/pembungkusnya baik daun pisang, daun jagung maupun daun yang lainnya, yang memiliki kelebihan, yaitu aroma makanan tersebut menjadi lebih wangi dan bebas bahan kimia, seperti plastik. Pembungkus makanan dari daun pisang ini pun memiliki beragam bentuk dengan namanya masing-masing. Namun, saat ini, kemasan khas tersebut banyak dikemas ulang menggunakan kemasan yang lebih modern sehingga lebih unik dan menarik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan kemasan yang baik, antara lain :

  • Kemasan harus dapat melindungi produk/isi dengan baik.
  • Mudah dibuka dan mudah ditutup serta mudah dibawa.
  • Bentuk dan ukuran menarik sesuai kebutuhan produk.
  • Labeling harus jelas dan komplit.
  • Bahan kemasan harus ramah lingkungan. Bahan-bahan yang sering dijadikan kemasan, antara lain :
    • Kemasan Berbahan Logam (kaleng), merupakan kemasan yang dapat melindungi produk dari sinar matahari, uap air, dan oksigen sehingga meminimalisir terjadinya kebusukan.
    • Kemasan Berbahan Kaca,  tahan terhadap produk yang sifatnya asam dan basa serta tidak dapat bereaksi dengan bahan yang dikemas. Namun, kemasan berbahan kaca mudah pecah jika terkena benturan dan lebih berat dibandingkan dengan bahan lainnya seperti logam, plastik atau kertas
    • Kemasan Berbahan Plastik, memiliki beberapa jenis, tidak semua jenis plastik dapat digunakan sebagai bahan kemasan produk makanan dan minuman. Hal ini dikarenakan ada beberapa jenis plastik yang mengandung zat kimia sehingga dapat merusak kesehatan manusia. Plastik ini memiliki bahan yang ringan, relatif mudah didapat, dengan masa simpan relatif singkat.
    • Kemasan Berbahan Kertas/Karton, banyak digunakan untuk kotak karton lipat (KKL) dan kotak karton gelombang (KKG) mudah dicetak, serta gelas karton yang sekali pakai. Kelebihan kemasan ini ramah lingkungan.

Makanan daerah identik dengan bahan baku, pembuatan yang khas dari daerah masing-masing serta rasa makanan tradisional cukup sederhana. Namun saat ini, telah banyak bermunculan kreasi makanan daerah yang dimodifikasi menjadi makanan kekinian. Modifikasi makanan bertujuan untuk menambah daya tarik masyarakat terhadap makanan tersebut dan untuk mencegah menjamurnya produk makanan impor. Contoh modifikasi seperti mengganti isi, memberi topping, menambah pewarna, mengubah ukuran

 

C. PRODUK NONPANGAN NABATI

Bahan nonpangan nabati adalah bahan yang diambil dari tumbuhan untuk keperluan perkakas atau bukan makanan. Produk nonpangan nabati banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai produk yang memiliki nilai jual yang tinggi dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Saat ini, pemanfaatan bahan pangan nabati sebagai produk nonpangan nabati banyak digunakan untuk kecantikan dan kesehatan, mulai dari sabun, masker wajah, parfum sampai aroma terapi untuk relaksasi.

Contoh pemanfaatan produk nonpangan pada tanaman jenis serealia, misalnya padi. Bagian yang dapat diambil dari padi ialah bulir-bulir padinya, yang jika sudah dipisahkan dari kulitnya atau sekam disebutlah sebagai beras, kulit sekamnya dapat di gunakan sebagai media tanam. Selain itu, bagian batang dan daun kering dapat digunakan menjadi bahan bakar tungku; sisa gilingannya berupa dedak dapat digunakan menjadi pakan ternak; bagian berasnya selain jadi makanan pokok, apabila diolah kembali, dapat menjadi bahan kosmetik

Beberapa khasiat bahan nabati di antaranya: bengkuang sebagai pencerah wajah. Alpukat dapat melembapkan kulit. Pisang untuk menghaluskan kulit wajah bahkan mampu menghilangkan bekas cacar atau jerawat. Lidah buaya yang dapat mendinginkan kulit serta mencegah kerontokan rambut. Manfaat bahan nabati ini yang kemudian banyak diadaptasi dengan teknologi modern. Proses teknologi modern banyak dilakukan untuk menghasilkan produk nonpangan dengan proses pengeringan bahan nabati. Setelah menjadi produk kering, bahan nabati lebih mudah untuk dijadikan banyak variasi.

Biji kopi saat ini banyak dimanfaatkan untuk urusan rumah tangga, seperti

  • Pengharum ruangan: aroma kopi membantu menghilangkan bau yang tidak sedap.
  • Mengusir serangga
  • Mengilapkan kembali furnitur kayu
  • Membersihkan noda kotor
  • Sebagai pupuk tanaman, pemanfaatan ampas kopi

Promosi merupakan istilah yang sangat sering digunakan dalam aktivitas pemasaran. Tujuannya ialah untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat dan memengaruhi mereka untuk membeli dan menggunakan produk tersebut. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam merencanakan promosi ialah sebagai berikut :

  • Tentukan tujuan promosi.
  • Tentukan target pasar.
  • Tentukan harga jual.
  • Pilih media promosi.
  • Ukur efektivitas promosi.

Promosi pada umumnya tidak terlalu mementingkan brand image dan akan lebih mementingkan cara menarik konsumen untuk mencoba dan membeli produk yang ditawarkan

Analisis usaha bertujuan untuk memperlihatkan kelayakan dari sebuah usaha. Proses analisis ini memengaruhi 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dari mulai proses produksi, penentuan harga, bahan baku. Faktor eksternal dimulai dari pemasaran, distribusi, geopolitik dan lain-lain, dengan menggunakan  Analisis SWOT, singkatan dari kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats)


D. PRODUK PANGAN HEWANI

Bahan pangan hewani berasal dari hewan atau produk olahannya, seperti daging, ikan, telur, dan susu, yang kaya akan protein, lemak sehat, vitamin (B12), mineral, dan asam lemak omega-3 untuk membangun jaringan tubuh, meningkatkan kesehatan, dan kecerdasan, namun memerlukan penanganan khusus karena mudah rusak.  Jenis-jenis bahan pangan hewani tentunya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya, antara lain :

  • Daging merupakan bahan pangan yang berasal dari bagian lunak pada hewan yang melekat pada tulang dan dibungkus dengan kulit. Daging memiliki kandungan gizi protein dengan susunan asam amino lengkap. pada umumnya daging mengandung sekitar 75% air, 18% protein, 3% lemak, 1,5% senyawa nitrogen bukan protein serta vitamin dan mineral dalam jumlah sedikit. Daging dapat berupa daging sapi, kambing, ayam, atau daging bebek. Pada pengolahan pangan Nusantara, daging biasanya diolah menjadi sate padang, coto makassar, isian sosis solo, rendang padang, rawon malang, atau soto betawi, dan lainnya
  • Ikan, merupakan sumber protein yang lebih mudah diserap tubuh di bandingkan dengan daging sapi karena susunan asam amino pada ikan lebih sederhana. Protein dalam ikan bermanfaat untuk peremajaan jaringan di dalam tubuh dan sebagai sumber energi untuk bergerak. Pada pengolahan pangan Nusantara, salah satu contoh pengawetan ikan adalah ikan cakalang yang diolah menjadi cakalang fufu khas Manado, mangut khas Yogyakarta, arsik khas Tapanuli, sop ikan jantung pisang khas Palu, atau gabus pucung khas Jakarta.
  • Susu, merupakan cairan berwarna putih yang dihasilkan dari kelenjar mamalia seperti sapi dan kambing dengan cara pemerahan. Susu memiliki kandungan gizi lengkap seperti protein, lemak, vitamin, dan mineral. Pada pengolahan pangan Nusantara,susu biasanya di olah menjadi dadiah atau yoghurt khas Minang, dangke khas Sulawesi Selatan, tahu atau dodol susu dari Lembang.
  • Telur, merupakan salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan, dan susu. Teluryang biasa dikonsumsi manusia diantaranya adalah telur ayam, bebek,dan telur puyuh. Pada pengolahanpangan Nusantara, telur biasanya diolah menjadi telur asin khas Brebes, kerak telor khas Betawi, telur balado khas Minang, dan rendang talua khas Payakumbuh.

Teknologi pengawetan bahan hewani memiliki beberapa teknik yang berbeda satu sama lainnya.

  • Pengawetan Fisik
    • Pembekuan adalah pengawetan makanan dengan menurunkan temperaturnya hingga di bawah titik beku air, contohnya sosis Solo frozen.
    • Pengasapan adalah pengawetan makanan dengan memanfaatkan sumber panas dari asap hasil pembakaran kayu tertentu sehingga memberikan rasa dan aroma yang khas, contohnya cakalang fufu Manado.
  • Pengawetan Biologi
    • Fermentasi adalah pengawetan makanan dengan cara menambahkan mikroorganisme tertentu untuk mengubah karbohidrat menjadi alkohol dan karbon dioksida atau asam organik, contohnya dadiah/yoghurt khas Minang.
  • Pengawetan Kimia
    • Pengasinan adalah pengawetan makanan dengan cara menambahkan garam untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme perusak, contohnya telur asin Brebes.

Proses pengemasan produk olahan pangan hewani Nusantara tidak berbeda dengan pangan nabati. Sebuah kemasan haruslah dilengkapi dengan labeling. Kemasan adalah wadah yang digunakan untuk melindungi bahan atau produk yang ada di dalamnya dari berbagai cemaran yang dapat menyebabkan kerusakan bahan atau produk tersebut pada saat penyimpanan atau pendistribusian. Menurut Said (2016: 15-16), selain sebagai wadah untuk melindungi dan menjaga kualitas suatu bahan atau produk, kemasan juga memiliki fungsi promosi, simbolik, dan estetik. Ketiga fungsi ini berkaitan dengan adanya pelabelan. Menurut Undang-Undang RI No. 18 Tahun 2012, pencantuman label dalam kemasan memuat paling sedikit keterangan mengenai nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih, nama dan alamat produsen atau pengimpor, informasi halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, tanggal, bulan, dan tahun kadaluarsa. Nomor izin edar bagi pangan olahan, serta asal-usul bahan pangan tertentu


E. PRODUK NONPANGAN HEWANI

Bahan nonpangan hewani adalah produk turunan dari hewan (ternak, perikanan) yang tidak dikonsumsi manusia sebagai makanan atau minuman, melainkan dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti kerajinan, industri, kosmetik, atau obat-obatan, contohnya bulu domba untuk benang, kulit sapi untuk jaket, cangkang untuk kerajinan

Produk olahan nonpangan dari bahan hewani yang banyak dimanfaatkan untuk kehidapan sehari-hari seperti berikut ini.

  • Tulang, merupakan bagian rangka pembentuk tubuh tempat melekatnya otot dan daging. Pada saat mengolah atau mengonsumsi
    daging ternak besar, unggas atau ikan, tulang biasanya tidak ikut diolah atau dikonsumsi. Tulang tersebut menjadi limbah atau sampah yang dapat mencemari lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Untuk mencegah pencemaran lingkungan, tulang dari ternak besar, unggas atau ikan dapat diolah menjadi produk olahan nonpangan yang lebih bernilai dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Menurut Aniek Setiya Budiatin (2021), tulang sapi dan tulang ikan dapat dimurnikan dengan cara pemanasan tulang yang sudah bersih pada suhu 1.000 °C selama 2 jam, kemudian digiling menjadi serbuk putih yang disebut bovine hidroksiapatit. Tulang unggas seperti tulang ayam dapat diekstraksi dengan perendaman asam asetat, kemudian dipanaskan pada suhu 60-70 °C selama 8,jam untuk menghasilkan kolagen yang dapat dimanfaatkan sebagai perekat kayu. Selain itu, penepungan secara sederhana tulang ternak besar, unggas, dan ikan juga dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan pakan ternak dengan kandungan kalsium yang cukup tinggi.
  • Darah, merupakan cairan yang terdiri atas plasma, sel merah, dan sel putih yang mengalir dalam pembuluh darah. Darah hewan ternak besar seperti sapi, kerbau, kambing, atau domba dari rumah potong hewan dapat dimanfaatkan menjadi bahan pakan ternak dalam bentuk tepung darah. Tepung darah dapat diperoleh melalui pengeringan, penyerapan, atau fermentasi darah segar dengan menggunakan mikroorganisme tertentu. Darah segar dapat dimanfaatkan dengan cara mengolahnya menjadi produk olahan nonpangan seperti tepung darah untuk bahan pupuk ternak. Tepung darah dapat mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah hasil ikutan ternak di rumah potong hewan tersebut.
  • Kulit, adalah bagian terluar dari daging. Kulit dari hewan ternak besar seperti sapi, kerbau, kambing, atau domba dapat diolah menjadi produk olahan nonpangan seperti tas, sepatu, karpet, atau hiasan yang lainnya. Benda-benda itu dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk olahan nonpangan dari bagian tubuh yang lainnya. Hasil samping dari pemotongan hewan ternak besar berupa kulit ini diperoleh setelah hewan tersebut mati dan dikuliti. Kulit hewan ternak besar memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena struktur jaringannya kuat dan berisi sehingga benda yang dihasilkan berkualitas yang sangat baik.
  • Bulu, merupakan salah satu bahan hasil samping hewani yang diperoleh dari pemotongan hewan ternak unggas seperti ayam, bebek, dan itik. Bulu adalah lapisan luar kulit yang membentuk penutup tubuh hewan tersebut. Bulu ternak banyak dimanfaatkan untuk pembuatan produk olahan nonpangan berupa kemoceng atau sulak. Sentra pembuatan kemoceng atau sulak Nusantara di antaranya adalah Dusun Ngriman, Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten.
  • Sisik adalah lapisan kulit keras berupa kepingan tipis yang tersusun sedemikian rupa seperti pada penghasil bahan pangan hewani ikan. Sisik dapat diolah menjadi produk olahan nonpangan dari bahan hewani seperti obat luka karena mengandung kolagen dalam jumlah yang tinggi dibandingkan dengan kolagen dari hewan mamalia seperti sapi. Selain itu, sisik juga dapat diolah menjadi berbagai macam hiasan seperti bros atau gantungan kunci. Pemanfaatan sisik menjadi produk olahan nonpangan dari bahan hewani juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah dari pengolahan pangan hewani ikan tersebut

Pemasaran dan promosi memiliki kandungan arti yang berbeda. Pemasaran mengacu pada proses komunikasi yang bertujuan untuk memberikan informasi keunggulan keunggulan produk yang dimiliki. Adapun promosi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menawarkan produk. Pada saat melakukan pemasaran sebaiknya menggunakan rumus 7P yang meliputi:

  • Produk (Product),
  • Harga (Price),
  • Tempat (Place),
  • Promosi (Promotion),
  • Sumber Daya Manusia (People),
  • Aktivitas Bisnis (Process),
  • Bukti Fisik Perusahaan (Physical Evidence).

Pemasaran mementingkan dan menjaga brand image suatu produk di mata konsumen atau penggunanya. Tujuannya untuk mempertahan kualitas dan menjaga citra yang baik/kepercayaan di mata pelanggan


F. PROJECT

  • DODOL
  • SIRUP PALA
  • AROMATERAPI KOPI
  • SOSIS
  • TELUR ASIN
  • DADIAH/YOGURT
  • CAKALANG FUFU
  • KEMOCENG/SULAK
Posted in   

Selasa, 02 September 2025

BUDI DAYA PERTANIAN : HIDROPONIK

0

 Hidroponik berasal dari bahasa Yunani, yakni "hydro" berarti air dan "ponos" berarti bekerja dengan air, menanam dengan teknik hidroponik merupakan cara yang ramah lingkungan karena prosesnya menggunakan media air, bahan-bahan alam dan tidak menggunakan pestisida secara berlebihan sehingga hasil budidaya hidroponik cenderung lebih sehat.

Manfaat budidaya tanaman melalui hidroponik, antara lain :

  • Bebas Hama, membuat proses pertumbuhan lebih optimal.
  • Memaksimalkan Ruang, memanfaatkan teras rumah atau balkon.
  • Hemat Air, tanaman hidroponik bisa tumbuh dengan air yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan cara menanam tradisional.
  • Lebih Cepat Panen, bisa mengatur panas, cahaya matahari, dan hidrasi yang dibutuhkan tanaman, membuat nutrisi lebih mudah tersedia dan diserap oleh tanaman sehingga proses pertumbuhannya lebih cepat.
  • Mengurangi Penggunaan Pestisida, tanaman yang dihasilkan lebih organik dan sehat.

Keunggulan dari metode hidroponik, antara lain :

  • Solusi terbaik untuk menyalurkan hobi bercocok tanam bagi kamu yang tidak memiliki pekarangan yang luas.
  • Tidak perlu menggunakan pupuk yang banyak sehingga akan lebih hemat dibandingkan dengan media tanah.
  • Penggunaan air jauh lebih sedikit, Karena dalam penerapannya air adalah sumber media utama dalam menanam hidroponik.
  • Lingkungan budidaya tanaman jadi lebih besar karena tidak menggunakan media tanah.
  • Dapat ditanam di mana saja dan tidak membutuhkan pencahayaan yang banyak.
  • Bebas dari hama dan penyakit yang berasal dari tanah.
  • Apabila tanaman hidroponik untuk tujuan komersil maka dapat dijual dengan lebih tinggi karena kualitasnya yang tinggi.
  • Tidak perlu lagi mencangkok tanaman.
  • Dapat dengan mudah mengecek akar tanaman secara rutin untuk memastikan tanaman tersebut tumbuh dengan baik atau tidak.
  • Dapat dikonsumsi secara keseluruhan baik akar, buah, maupun batangnya karena bebas dari hama.
  • Proses pertumbuhan dan perkembangannya lebih cepat.

Jenis-jenis metode hidroponik, antara lain :

  • Aeroponic System, larutan nutrisi dari penampungan disemprotkan melalui nosel langsung ke akar, sehingga akar tanaman lebih mudah menyerap larutan nutrisi yang terukur serta oksigen dengan durasi tertentu agar akar tanaman tetap basah.
  • Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation), menggunakan timer untuk mengontrol kerja pompa air, dimana pompa meneteskan nutrisi ke masing-masing tanaman, air irigasi diberikan perlahan-lahan dengan tetesan terputus-putus atau terus menerus berupa aliran tipis atau semprotan kecil.
  • Nutrient Film Technique, secara terus menerus mengalirkan nutrisi yang terlarut dalam air tanpa menggunakan timer untuk pompanya selama minimal 10 hingga 14 jam setiap harinya, melewati akar-akar tumbuhan dan kemudian kembali lagi ke penampungan air dan begitu seterusnya.
  • Flood and Drain System, dengan cara membanjiri sementara wadah pertumbuhan dengan nutrisi sampai air pada batas tertentu, kemudian mengembalikan nutrisi itu ke dalam penampungan, begitu seterusnya, memerlukan pompa yang dikoneksikan ke timer.
  • Wick System, nutrisi mengalir ke dalam media pertumbuhan dari dalam wadah menggunakan perantara sejenis sumbu, seperti kain flanel atau bahan lainnya.
  • Water Culture, menggunakan wadah yang menyangga tumbuhan biasanya terbuat dari Styrofoam dan mengapung langsung di atas cairan nutrisi, dibantu pompa udara ke dalam air stone yang membuat gelembung-gelembung sebagai suplai oksigen tambahan ke akar-akar tanaman.

Ada beberapa tanaman yang bisa dibudidayakan dengan menggunakan metode hidroponik, di antaranya :

  • Sayuran. Selada, bayam, kangkung, sawi, tomat, paprika, cabai.
  • Buah-buahan. Stroberi, melon, semangka, anggur.
  • Tanaman hias. Aglonema, monstera, pakis, anggrek.

Cara Membuat Tanaman Hidroponik, berikut 7 langkah mudah untuk memulai hidroponik, antara lain :

  • Pilih jenis sistem hidroponik, yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pengalaman.
  • Siapkan wadah, yang sesuai dapat terbuat dari plastik, kaca, pralon atau botol bekas, memiliki lubang drainase untuk aliran air dan udara, ukuran wadah disesuaikan dengan jenis tanaman dan sistem hidroponik yang dipilih.
  • Pilih media tanam, sebagai tempat akar tanaman berpegang dan menyerap air dan nutrisi, seperti cocopeat, perlite, rockwool, atau campuran dari beberapa media tanam, Biochar, arang hasil pembakaran biomassa, dapat ditambahkan sebagai media tanam untuk meningkatkan retensi air, aerasi, dan kapasitas menahan nutrisi.
  • Siapkan larutan nutrisi, tanaman hidroponik membutuhkan nutrisi khusus yang dilarutkan dalam air, yang mengandung semua elemen makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman, sesuaikan konsentrasi larutan nutrisi dengan jenis tanaman dan fase pertumbuhannya.
  • Tanam benih atau bibit, rendam benih selama beberapa jam untuk mempercepat perkecambahan, gunakan wadah semai dengan media tanam yang lembab, setelah benih berkecambah dan memiliki beberapa daun, pindahkan ke wadah hidroponik dengan media tanam yang sesuai.
  • Rawat tanaman, dengan menyiramnya secara teratur dengan larutan nutrisi dan memastikan pH air dalam kisaran yang optimal.

 

Posted in   

MATERI KERAJINAN PKWU : KELAS XI

0

 A. Analisa Ragam Kerajinan Nusantara

Kerajinan merupakan salah satu bentuk kesenian atau karya seni rupa yang memiliki nilai tambah yang merespon sumber daya alam dan kekayaan lingkungan untuk menciptakan benda fungsional yang memiliki nilai keindahan. Nilai fungsi benda kerajinan dapat berlaku secara :

Posted in   

MATERI BUDIDAYA PKWU : KELAS XI

0

 A. Sistem Produksi Budi Daya (Peternakan, Perikanan, dan Pertanian) Berdasarkan Analisa Ekonomi dan TeknologI

Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait (berinteraksi dan berhubungan) untuk menjalankan suatu proses dalam mencapai suatu tujuan atau arahan baku (yang berisi kumpulan elemen yang berinteraksi) yang disusun untuk membantu seseorang dalam menjalankan suatu pekerjaan tanpa kesalahan atau dengan kesalahan yang minimal untuk mencapai tujuan.

Posted in   

MATERI REKASA PKWU : KELAS XI

0

 A. POWER BANK SEL SURYA (PBSS)

Saat ini rekayasa berperan penting dalam kehidupan manusia, dunia modern tidak mungkin terjadi tanpa adanya kontribusi rekayasa dan teknologi. Banyak bidang yang berkembang secara pesat yang menghasilkan cabang cabang ilmu baru, seperti perangkat lunak, mekatronika, rekayasa molekular, dan lain sebagainya. Cabang ilmu baru tersebut dapat berupa pengembangan satu ilmu dan juga dapat berupa pengembangan dari lebih satu cabang ilmu yang biasa disebut dengan multidisiplin. Hal ini terjadi karena memang terdapat kebutuhan akan hal tersebut di lapangan atau di masyarakat. Telepon genggam saat ini menjadi salah satu kebutuhan bagi berbagai kalangan usia, baik itu yang berada di perkotaan maupun di pedesaan. Bahkan untuk usia produktif, telepon genggam dan alat elektronik lainnya menjadi alat yang sangat dibutuhkan untuk menunjang seluruh aktivitas. Saat ini, para petani, pedagang, atau apapun profesinya cukup bergantung pada alat ini. Ide di balik power bank adalah agar akses terhadap daya listrik tetap dapat kita peroleh bahkan jika kita berada di puncak gunung yang tidak ditemukan sumber listrik.

Posted in   

Rabu, 06 Agustus 2025

MATERI PKWU KERAJINAN : KELAS X

0

A. PENGANTAR 
Kerajinan berasal dari kata “rajin” yang berarti kegiatan yang bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu, sedangkan kerajinan berarti produk hasil keterampilan tangan, seperti anyaman, gerabah, rajut, dan lain-lain. Adapun Perajin merupakan orang yang menghasilkan produk kerajinan. Dalam membuat produk kerajinan, faktor keindahan estetik dan efisiensi desain dengan mempertimbangkan proses kreatif yang didalamnya terdiri dari proses observasi/mengetahui (knowing), eksplorasi (exploring), merancang (designing), dan membuat (making/producing)
Posted in   

Jumat, 02 Mei 2025

LAPORAN PRAKTIK PKWU

0

 A. PENGANTAR

Laporan kegiatan sangat diperlukan, sebagai administrasi dan bukti pelaksanaan kegiatan, yang meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Secara umum laporan kegiatan berfungsi sebagai berikut :

    1. Bahan Evaluasi, untuk mengetahui hal-hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan, sehingga dapat dicarikan solusinya untuk kegiatan berikutnya
    2. Pengambilan Keputusan, untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan kegiatan berikutnya
    3. Bukti Kegiatan, untuk memberikan pertanggungjawaban secara tertulis kepada pihak yang berkepentingan terhadap kegiatan tersebut

Posted in   

BREAK EVEN POINT

0

 A. PENGANTAR

Break Event Point (BEP) sering disebut dengan Titik Impas atau orang awam menyebutnya Balik Modal, merupakan kondisi dimana suatu usaha mencapai posisi tidak untung dan tidak rugi atau jumlah biaya produksi sama dengan jumlah pendapatan.

Posted in   

BIAYA DAN HARGA

0

 A. PENGANTAR

Salah satu komponen terpenting dalam usaha/bisnis adalah biaya, hampir semua proses kegiatan produksi membutuhkan biaya, misalnya untuk pembelian bahan, pembayaran upah, transportasi, dll. Secara umum biaya merupakan besaran uang atau nilai moneter yang dikeluarkan untuk menjalankan sebuah usaha/bisnis, yang dikelompokan dalam beberapa jenis dan klasifikasi yang sering disebut dengan akuntasi biaya.

Posted in   

Kamis, 03 April 2025

PROJEK PKWU KELAS X KURIKULUM MERDEKA

0

A. PENGANTAR

Projek PKWU yang akan digunakan di kelas X merujuk pada buku paket PKWU kelas X kurikulum merdeka, yang bertujuan untuk memudahkan dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Secara umum projek PKWU dikelompokkan menjadi 4 bidang sesuai dengan bidang ayng ada di PKWU, yaitu : Budidaya, Kerajinan, Pengolahan dan Rekayasa.

Posted in   

PROJEK PKWU KELAS XI KURIKULUM MERDEKA

0

A. PENGANTAR

Projek PKWU yang akan digunakan di kelas XI merujuk pada buku paket PKWU kelas XI kurikulum merdeka, yang bertujuan untuk memudahkan dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Secara umum projek PKWU dikelompokkan menjadi 4 bidang sesuai dengan bidang ayng ada di PKWU, yaitu : Budidaya, Kerajinan, Pengolahan dan Rekayasa.

Posted in   

Rabu, 26 Maret 2025

PROJEK PKWU KELAS XII KURIKULUM MERDEKA

0

 A. PENGANTAR

Projek PKWU yang akan digunakan di kelas XII merujuk pada buku paket PKWU kelas XII kurikulum merdeka, yang bertujuan untuk memudahkan dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Secara umum projek PKWU dikelompokkan menjadi 4 bidang sesuai dengan bidang yang ada di PKWU, yaitu : Budidaya, Kerajinan, Pengolahan dan Rekayasa.

Posted in