Kerajinan berasal dari kata “rajin” yang berarti kegiatan yang bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu, sedangkan kerajinan berarti produk hasil keterampilan tangan, seperti anyaman, gerabah, rajut, dan lain-lain. Adapun Perajin merupakan orang yang menghasilkan produk kerajinan. Dalam membuat produk kerajinan, faktor keindahan estetik dan efisiensi desain dengan mempertimbangkan proses kreatif yang didalamnya terdiri dari proses observasi/mengetahui (knowing), eksplorasi (exploring), merancang (designing), dan membuat (making/producing)
Berdasarkan fungsinya, produk kerajinan dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu :
B. RAGAM HIAS NUSANTARA PADA PRODUK FESYEN
Fesyen berarti mode atau sesuatu yang berhubungan dengan busana seperti pakaian, alas kaki, aksesori, dan hiasan wajah yang merupakan ekspresi estetik yang populer (KBBI). Fungsi produk fesyen sendiri terbagi dua, yaitu :
- Produk kerajinan fungsi pakai, dimana kerajinan yang dibuat memiliki fungsi tertentu yang dapat memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk melakukan aktivitasnya.
- Produk kerajinan fungsi hias, dimana kerajinan yang dibuat dititikberatkan pada keindahan atau nilai artistik yang dapat berfungsi sebagai elemen dekoratif
- Produk kerajinan fungsi mainan (toys), dimana kerajinan yang dibuat ditujukan sebagai alat untuk bermain ataupun hiburan baik bagi orang dewasa maupun anak-anak
- sumber budaya objek/artefak Nusantara, seperti bangunan tradisional/adat, pakaian adat, alat musik, motif kain, patung candi, ukiran, tato
- sumber budaya Nusantara nonobjek, seperti sistem kepercayaan, upacara adat, legenda, pantun, cerita wayang, tarian tradisional
- fungsi fesyen sebagai busana, di mana desain fesyen berfungsi sebagai penutup tubuh (pakaian) yang dapat digunakan baik untuk sehari-hari maupun untuk acara-acara tertentu.
- fungsi fesyen sebagai aksesoris, di mana desain fesyen bertujuan sebagai tambahan atau pelengkap pada busana dengan fungsi pakai ataupun dekoratif untuk meningkatkan nilai dari desain fashion itu sendiri
- Aksesoris rambut/kepala, misalnya topi, ikat rambut, tusuk konde, bandana, jilbab, masker, anting, dan lain-lain
- Aksesoris tubuh/busana, misalnya kalung, gelang, ikat pinggang, tas, dompet/tas tangan, dan lain-lain.
- Aksesoris kaki, misalnya sandal, sepatu, gelang kaki, kaos kaki, dan lain-lain.
- reka latar (surface/applieddesign), adalah bentuk perupaan desain pada permukaan dari bahan yang dipakai pada produk. Bertujuan untuk menambahkan bentuk atau tekstur pada bahan yang akan dipakai. Beberapa jenis reka latar yaitu :
- Teknik Pengrusakan (dekonstruksi), yaitu Teknik menciptakan motif dengan merubah bentuk bahan, terdiri dari:
- Teknik bakar
- Teknik gunting,
- Teknik pembolongan
- Teknik Menciptakan Lipatan (stilasi), Proses ini menghasilkan lipatan (pleats) yang permanen dan memberikan
efek tiga dimensi pada kain. Proses ini dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik. antara lain:
- Teknik jahit; terdiri dari teknik jahit tangan dan teknik jahit mesin
- Teknik aplikasi; yaitu membuat motif dengan menyematkan bentuk dekoratif penghias atau efek-efek lain yang ingin ditambahkan pada permukan bahan yang diinginkan. Teknik ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: aplikasi mixed media dan teknik sulam/bordir
- Teknik tumpuk (layering) dilakukan dengan menumpuk beberapa jenis bahan atau material lainnya.
- Teknik kolase yaitu teknik menempel dan menggabungkan potongan beberapa macam bahan dan material di atas bahan yang akan digunakan
- Teknik Pengrusakan (dekonstruksi), yaitu Teknik menciptakan motif dengan merubah bentuk bahan, terdiri dari:
- reka struktur (structural design), menciptakan motif bersamaan di saat pembuatan bahan. Dilakukan melalui perbedaan warna benang, kerapatan tenunan, tekstur benang yang digunakan, dan lain sebagainya. Contoh reka struktur terdapat pada teknik tenun, makrame dan rajut
- Sulam datar, hasil sulamannya rata dengan permukaan kain.
- Sulam terawang (kerawang), hasil sulaman berlubang-lubang seperti menerawang.
- Sulam timbul, hasil sulamannya membentuk tekstur di permukaan kain sesuai motif yang dibuat
C. PRODUK AKSESORIS INTERIOR NUSANTARA
Perkembangan desain produk aksesoris rumah tangga (home decor) pun semakin variatif mengikuti perkembangan gaya hidup yang selalu dinamis, Berikut ini beberapa contoh produk interior yang dapat dikembangkan dengan terispirasi budaya Nusantara :
- Bentuk jendela kayu dengan ukiran dari Jepara yang seringkali dipakai sebagai hiasan dinding. Keberadaannya sebagai bagian dari elemen dekoratif interior rumah menambah keindahan estetik rumah bagi penghuninya
- Lampu meja berbentuk dome dengan ukiran bermotif mega mendung berbahan tembaga atau tembikar. Lampu meja digunakan sebagai alat penerangan fungsional namun juga sebagai elemen estetik pada penataan interior rumah
- Hiasan dinding berbentuk daun yang terinspirasi dari berbagai bentuk daun dan bunga yang mudah ditemukan di alam Indonesia. Dibuat dari bahan logam tipis Benda pakai kebutuhan sehari hari seperti nampan, termos, gelas, dengan motif dan ragam hias khas Nusantara
- Bentuk figuratif (realis/representatif), Merupakan tiruan dari bentuk alam seperti tumbuhan, binatang ataupun manusia. Bentuk figuratif mengangkat bentuk yang nyata sesuai aslinya, tanpa mengubahnya menjadi bentuk abstrak.
- Bentuk nonfiguratif (imajinatif/nonrepresentatif), Merupakan kebalikan dari bentuk figuratif, dimana bentukan ini berusaha melepaskan diri dari bentuk-bentuk tiruan yang ada di alam. Bentuk nonfiguratif biasanya memiliki sifat abstrak
- Teknik pinching, dilakukan dengan memanfaatkan tekanan yang dilakukan dengan jari tangan untuk mencapai bentuk yang diinginkan. Setelah bentuk yang diinginkan tercapai, maka dapat dilanjutkan dengan menghaluskan bentuk menggunakan kuas atau kain halus.
- Teknik pilin/coiling, membuat bentuk dengan memilin tanah liat seperti tali. Ukuran setiap pilinan dapat disesuaikan dengan keinginan.
- Teknik slab, membuat bentuk dengan membuat tanah liat membentuk lempengan yang ditumpuk. Tumpukan lempengan tersebut kemudian dapat dibentuk dengan menggunakan alat butsir.
- Teknik cetak/casting, dilakukan dengan cara membuat cetakan dari bentuk yang diinginkan terlebih dahulu. Bahan tanah liat yang akan digunakan untuk membuat bentuk akan dijepitkan pada cetakan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu menggunakan cetakan bivalve (cetakan yang memiliki dua sisi simetris).
D. PRODUK AKSESORIS EKSTERIOR DENGAN MEMANFAATKAN BAHAN LOKAL
Produk kerajinan fungsi aksesoris eksterior yang memanfaatkan bahan alam yang banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, antara lain :
E. PROJEK
- Gerabah tanah liat, banyak ditemukan di seluruh pelosok Nusantara. perkembangan teknik dan model gerabah juga sangat dipengaruhi oleh budaya di masing-masing daerah. Gerabah dibuat dengan tujuan aneka fungsi, salah satunya untuk pot tanaman
- Aksesoris eksterior terbuat dari kayu, karakteristiknya yang keras dan tahan cuaca menjadi alasan utama. Di taman sering ditemukan meja dan kursi dari bahan kayu. Washtafel yang dibuat dari ukiran kayu dan diletakkan di atas batang pohon mati
- Teknik potong, membuat produk kerajinan dengan cara memotong bahan menjadi dua atau tiga bagian.
- Teknik sambung, menyatukan dua bahan atau lebih menjadi satu. Pada bambu, penyambungan dapat memanfaatkan tali rami ataupun tali ijuk yang diikatkan pada bagian sambungan.
- Teknik konstruksi, pembuatan produk dengan cara menyusun dan membentuk bambu sesuai model yang telah direncanakan.
- TAS TOTE
- KALUNG
- DOMPET
- LAMPU MEJA
- HIASAN DINDING
- TEMPAT BUMBU
- MAKRAME
- ANYAMAN
- DAUR ULANG
0 comments:
Posting Komentar